Ryan adalah seorang karyawan, yang baru tujuh bulan
bekerja disalah satu perusahan. Meskipun dia baru, dia adalah
orang yang sangat rajin, baik, ramah, suka membantu dan akrab dengan teman-temannya.
Dia sangat disegani oleh teman-teman kerjanya. Setiap tugas yang diberikan kepadanya
selalu diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Bahkan, jika ada temannya belum
selesai membuat laporan, Ryan pasti akan membantu dan tugas tersebut terselesaikan
dengan baik dan tepat waktu. Itulah yang membuat Ryan disegani oleh teman-teman
kantornya. Tapi, sikap yang ditunjukkan Ryan ini bukanlah suatu sikap yang
ditunjukkan untuk berakting dan mencari muka atasan ataupun teman-temannya. Dia
memang melakukan ini, karena kepribadiannya memang seperti itu. Kiki, yang adalah
salah satu staf yang pernah dan bahkan sering dibantu oleh Ryan dalam menyelesaaikan
tugasnya kemudian memperhatikan Ryan yang sedang melakukan tugas diruangnya dengan
serius dan tekun, kemudian menghampiri Ryan dan mengobrol. setelah Ryan menyelesaikan
tugasnya. Mereka kemudian menjadi sangat akrab. Dengan selalu memperhatikan
Ryan yang selalu rajin datang kekantor dan tepat waktu dalam menyelesaikan tugasnya,
Kiki kemudian pergi menemui menejernya. Dalam pembicaraan yang merekabicarakan, Kiki membicarakan tentang
sikap Ryan yang rajin dan tugasnya yang diselesaikan dengan baik dan memuaskan.
Ratna, yang adalah Menejer personalia diperusahan itu kemudian mulai memperhatikan
Ryan dan melihat bukti dari apa yang Kiki bicarakan. Berkat kerja keras Ryan,
Ratna kemudian mengangkat Ryan menjadi salah asisten menejernya, dengan menaruh
kepercayaan yang sangat penuh kepada Ryan. Kepercayaan yang kini diberikan Ratna
membuat Ryan merasa senang, tapi tidak membuat nyaman jadi tinggi hati. Dan
terbukti, semua tugas yang ditanggung jawabkan kepadanya selalu dipegangnya.
Astrid adalah salah satu staf
yang sudah lama bekerja diperusahan itu. Dia merasa iri kepada Ryan yang
mendapat perhatian penuh dan kemudian menjadi atasannya. Suatu hari, Ratna memberikan
tugas kepada Astrid yang seharusnya laporan tersebut harus dimasukan keesokan harinya.
Astrid hanya berfoya-foya dan menganggap remeh tugas yang diberikan. Malam harinya
dia menyadari bahwa tugasnya harus dimasukkan esok hari. Dia kemudian merasa bingung
karena tidak tahu harus menyelesaikan tugas tepat waktu. Kemudia Astrid
menelepon Ryan dan membujuk Ryan untuk membantunya membuat tugas. Ryan akhirnya
setuju dan membantu Astrid menyelesaikan tugasnya. Keesokan harinya, karena tidur
sangat larut malam, Ryan terlambat datang kekantor, sehingga laporan yang harus
dimasukan tepat waktu menjadi tertunda. Karena takut mendapat marah, Astrid
mulai beralasan dan menyalahkan Ryan. Dia kemudian menyalahkan Ryan
didepan Ratna, dan menjelekkan nama Ryan. Astrid mengatakan bahwa Ryanlah yang memberi
diri menyelesaikan laporan tersebut. Kemudian Ratna menjadi sangat marah kepada
Ryan dan menegur Ryan. Ryan yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam dan mendengarkan
atasannya. Setelah melihat kondisi suasana hati Ratna membaik, Ryan kemudian menjelaskan
kepada Ratna apa yang sebenarnya terjadi. Dan Ratna mempercayai Ryan dan kemudian
memanggil Astrid dan memberikan surat peringatan kepadanya karena telah melakukan
kesalahan.
Peristiwa tersebut merupakan
wujud telah memancingnya konflik dalam organisasi itu. Sebagai atasan yang baik
dan bijaksana, Ratna telah melakukan kelalaian karena telah menuduh Ryan yang
tidak bersalah, tapi bijaksana dalam memberikan hukuman dan peringatan kepada
Astrid. Astrid yang merasa bersalah meminta maaf kepada Ryan dan kemudian mereka
menjalin hubungan yang baik antar karyawan dan atasan.
Analisis kasus
Solusi pada permaswalahan ini adalah
kesalapahaman antara karyawan dengan manager,seharusnya manager mengedukasikan
masalah ini dengan kepaladingin,karena tindakan manager seharusnya mencari
asabab musabab kenapa bisa terjadinya masalah ini,tidak seharusnya Ryan yang
baru memiliki kesalahan, manager langsung memarahi ryan,tindakan ini sanagtlah
banyak di alami di beberapa perkantoran.,dan menurut saya manager pada saat memarahi
ryan pribadi manager yg sedang memiliki
masalah eksnternal pada wktu tsb, sehingga manager terbawa emosi karna masalah semakin bertambah dan
dengan cara memarahi ryan, hal tsb bisa terluakan. Atau mungkin berkas yg
seharusnya di kerjakan astrid sangatlah penting,sehingga ryan dengan bodohnya
menerima tugas yg dilimpahan ke pada ryan,da tidak seharusnya ryan melakukan
kesalahan tsb,sehingga pandangan manager menjadi murka terhadap
ryan,karnamengakibatkan telatnya deadline.
Manager sebagai orang salah satu
terpandang di kantor tsb,seharusnya tidak melakukan tindakan hal tsb,dan
harusnya menyelesaikan masalah tsb dengan cara 4 mata,agar tidak terjadinya
kesalahpahaman,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar